Melarung Ingatan Masa Lalu
Di atas tumpukan kayu itu terdapat jasad bocah lelaki yang siap dikremasi. Seseorang memegang obor berjalan perlahan. Setiap langkah seperti sedang mengumpulkan kekuatan. Air mata menetes. Obor menyentuh kayu yang diberi minyak. Seketika terbakar. Api menjelma tarian perpisahan. Benarkah setiap ingatan, agar kita bisa melepaskannya, harus membakarnya dan melarungnya ke ombak bernama waktu? *** Lima…
